Profile Kampung air
Kampung Aer
Kampung air adalah perkampungan yang letaknya bersebelahan dengan pulau Kemaro dan merupakan sebuah kampung yang dibina oleh Bank Indonesia. Jika dari pusat kota Palembang, untuk menuju Kampung Aer ini harus menggunakan jalur air dengan perahu kecil dikarenakan letak kampung air ini berada di tengah-tengah sungai Musi.
FAQ tentang Kampung aer
- Berapa jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut?
Penduduk berjumlah 330 orang yang terdiri dari 80 anak (Lk), 71 Anak (Pr), 89 kepala keluarga, dan 90 ibu-ibu. - Terdapat berapa keyakinan agama yang dianut dalam daerah tersebut?
Keyakinan agama yang dianut dalam daerah tersebut mayoritas islam. - Ada berapa banyak jenjang pendidikan yang ada disana?
Pendidikan yang ada disana hanya terdapat SD yang berlokasi di RT 17 dan untuk SMP SMA berlokasi di luar kampung Air yaitu antara lain daerah Plaju dan Mato merah. - Ada berapa banyak tempat wisata yang terdapat di daerah tersebut?
Untuk saat ini masih hanya terdapat taman tanaman bongsai,tanaman hidroponik, 3 rumah icon kampung Air, dan saat ini warga kampung Air masih membuat rencana untuk menambah tempat wisata di kampung Air. - Ada berapa banyak bangunan serta fasilitas yag ada disana?
Bangunan yang terdapat di kampung Air terdiri dari 1 masjid, 1 SD, 1 Posyandu, dan 1 lapangan(aula). - Bagaimana perekonomian masyarakat yang ada disana?
Perekonomian warga kampung Air dapat dikatakan stabil sebelum adanya pandemi. Namun setelah adanya pandemi diperkirakan terdapat penurunan sekitar 30%-40%. - bagaimana sarana Telekomunikasi dan Informasi penduduk kampung air??
Untuk sarana telekomonikasi warga kampung Air sudah menggunakan telepon dan listrik dan sinyal nya lancar. Untuk informasi warga kampung Air dapat diperoleh dari TV, Sosial Media, Radio. - Apa saja rencana program yang akan dilakukan dan dibutuhkan oleh warga kampung air ?
Program yang ingin direncanakan warga kampung Air antara lain adanya sumur Bor, UMKM yang layak dalam segi tempat, fasilitas sekaligus binaan.
- Berapa banyak ragam flora dan fauna yang terdapat di daerah tersebut?
Jenis flora yang ada yaitu padi dan tanaman bongsai dan tanaman hidproponik. Sedangkan fauna yang ada yaitu ikan lele. - Berapa rata rata jenjang usia masyarakat tersebut?
Rata-rata jenjang usia warga kampung Air dapat diperkirakan dibawah usia 50 tahun. - Ada berapa banyak bangunan tempat peribadatan agama yang ada disana?
Terdapat 1 bangunan yaitu Masjid. - Apa saja hambatan yang terjadi pada sektor pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan dan budaya?
Hambatan dalam segi pendidikan antara lain letak sekolah yang jauh dan hanya terdapat 1 SD di kampung Air. Hambatan dalam sosial yaitu tidak adanya air bersih, belum terdapat sumur Bor. Hambatan dalam segi ekonomi belum adanya umkm yang di bina. Sedangkan hambatan dalam segi kesehatan terdapat 1 posyandu dan belum berjalan aktif. - Bagaimana suku/ras penduduk yang tinggal di daerah tersebut?
Suku ras penduduk yang tinggal di kampung Air antara lain berasal dari Lampung, pendusunan, muara padang, Banyu asin dan ada juga berasal dari Jawa pemulutan. Adanya jenis suku ras yang beragam di kampung Air biasanya faktor dari pernikahan. - Bagaimana kebiasaan sehari hari yang dilakukan penduduk kampung air??
Kebiasaan sehari hari warga kampung Air antara lain bertani, berdagang, dan menyelam, bercocok tanam (hidroponik), dan sebelum adanya pandemi terdapat juga TPA (Tempat Pengajian Anak) dan ibu-ibu pengajian - menurut warga, apa yang sebaiknya dikembangkan dari daerah tersebut utk menunjang peningkatan kualitas drikampung air ini?
Hal yang perlu dikembangkan antara lain, tempat UMKM dengan fasilitas yang lengkap sekaligus binaan, media penjualan hasil kreatif warga kampung Air seperti website, kebutuhan air bersih. - berapa tingkat kelahiran dan tingkat kematian dari warga kampung air?
Tingkat kelahiran lebih tinggi dari tingkat kematian. Biasanya satu ibu memiliki 4-6 anak.
Apa saja mayoritas pekerjaan yang dilakukan masyarakat daerah tersebut?
Mayoritas penduduk Kampung Aer bekerja sebagai petani, pedagang, nelayan, penyelam, buruh harta karun. Didukung dengan adanya tambak lele dan persawahan yang dapat dimanfaatkan hasilnya bagi penduduk disana. Mayoritas penduduknya juga melakukan rutinitas seperti bercocok tanam (hidroponik), dan sebelum adanya pandemi Covid-19, umumnya anak-anak Kampung Aer mengaji di TPA (Tempat Pengajian Anak), dan bagi para ibu melakukan pengajian di kampung ini.